Diberdayakan oleh Blogger.
Home » » Ngayau, Tradisi Mengerikan dari Suku Dayak

Ngayau, Tradisi Mengerikan dari Suku Dayak

Siapa yang tidak kenal suku dayak, penduduk asli pulau kalimantan ini di kenal dunia sebagai suku yang tidak takut mati. Mereka sanagat mempercayai kekuatan alam dan adat istiadat mereka. Kayau atau Ngayau adalah suatu tradisi mereka yang sangat kejam dan mengerikan. Dimana dalam tradisi ini mereka akan mempertahankan wilayah kekuasaan mereka walau harus membunuh dan memenggal kepala musuhnya.


Setelah itu, kepala yang di penggal akan di bawa ke kampung mereka. Namun, tidak semua orang dari mereka mampu melakukan hal itu. Beberapa orang yang memiliki keberanian tinggi yang dalam melakukan Kayau. Itulah sebabnya orang yang melakukan kayau akan di populerkan di kalangan wanita dayak pedalaman. Mereka mengganggap orang yang melakukan kayau punya keberanian tinggi dan akan mempertaruhkan nyawa untuk melindungninya.

Selain itu, mereka mempercayai jika kepala musuhnya di penggal, roh si musuh tidak akan gentayangan dan mengganggu mereka untuk membalas dendam. Acara adat pun harus dilakukan untuk menenangkan roh si musuh tersebut dengan memberikan sesaji dalam upacara adat yang bernama tiwah. Namun, tidak semua musuh boleh di penggal kepalanya, anak-anak dan kaum wanita tidak boleh di penggal. Biasanya mereka hanya di perbudak.


Karena itulah, tidak heran pada tahun 2002 terjadi tragedi sampit, dimana kepala warga madura banyak yang di penggal dan bertebaran di mana mana.


Obat Herbal

17 komentar:

  1. wah ngeri banget neh sob


    visit today ,,, please visit back

    BalasHapus
  2. Itu cerita jaman purba,adapun sekarang pada peristiwa kerusuhan,kalo perang suku manapun pernah berperang .janganlah diberi label negatif suku Dayak,yg tinggal sekarang hanya tarian perang teman2

    BalasHapus
  3. hidup dayak ,hidup iban ooo..oo..ha..AGI IDUP AGI NGELABAN

    BalasHapus
  4. informasi : suku dayak juga memakan anggota tubuh musuh yang mereka bunuh,yang paling sering mereka makan adalah hati dan mereka juga meminum darah dari musuh yang mereka bunuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minum darah itu tidak sepenuhnya. Namun setelah membunuh musuh, biasanya darah musuh itu harus di lap ke wajah sebagai tanda bahwa kita telah membunuh dan penyucian diri. Makan hati itu untuk menambah ilmu. :D

      Hapus
  5. saya bangga di lahirkan sbgai orang kalimantan

    BalasHapus
  6. Saya dari keturunan suku Dayak Iban.banyak kepala musuh yang sudah ku penggal semasa perang zaman penjajahan british.tiada satu pun yang tercalar ditubuh ku.Aku lah Libau/Rentap...AGI IDUP AGI NGELABAN!!

    BalasHapus
  7. IRVANO STRIKEBACK...ADD ME ALL.FB12 September 2013 pukul 07.30


    DAYAK POMPANG'K

    OGON'T MOSI'K OGON'T TOGA'K

    yg mempunyai arti :BELUM HABIS BELUM BERHENTI....

    BalasHapus
  8. eeeeeeh abang supriono jangan menjelekan suku kami

    dulu itu waktu kerusuhan sampit orang2 dayak ngelakuin itu cuman buat memberi effek jera buat orang2 yang gag tau diri yang mau nguasai sampit padahal dah puluhan tahun hidup dan makan dari tanah dan air sampit
    toh kami tidak menyerang orang2 yang berada di masjid ato tempat2 ibadah lain nya
    karena sekali lagi yang kami hukum cuman orang2 kurang ajar bukan orang2 beriman

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul betul betul! :D
      kita cuman menyerang yang bersalah, semua tempat ibadah tiada yang kami hancurkan. Barang perhiasanpun tiada yang dicuri.

      Hapus
  9. Aku lah anak Dayak itu... Proud to be Dayak. Add Bunga Jessica D FB..

    BalasHapus
  10. Btw, Tiwah itu bukan acara untuk memberi sesaji pada roh musuh. Tiwah itu salah satu acara sakral tentang Kematian. Jadi Tiwah itu semacam acara untuk mengubur jasad sanak saudara. Lama acaranya bragam, tergantung kekayaan keluarga tersebut(zaman sekarang). Dulu pake kepala musuh karena kepala manusia itu sudah mewakili banyak hal di kehidupan. Sekarang kan ada hukum negara yang melarang, jadi Tiwah sudah nggak pake kepala manusia lagi, diganti dengan kepala hewan yang berarti mahal di biaya untuk melaksanakan Tiwah. Kalo pake kepala manusia kan gratis, yang penting nekat dan orang itu adalah musuh orang Dayak. Dan membunuh satu suku sendiri itu dilarang penggunaan kepalanya karna sama dengan membunuh keluarga sendiri.

    BalasHapus
  11. Saya org Dayak Maanyan.smga tdk ada lagi kejadian kerusuhan kdpnx..kita semua nengharapkan kedamaian..tpi sekali lagi..org Dayak tidak pernah memulai mslah...apalagi menyerang lbih dlu...pntng bgi kami...hya pda saat diganggu kami membela diri dan kampung halaman kami...hidup Dayak...slm ma katuluh ne teka "Piak Bataji Nampu Langit".

    BalasHapus
    Balasan
    1. Temen2 dri suku dyak hebat.sy orang suku sasak lombok salut

      Hapus

Popular Posts

Arsip Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...